Home / BERITA HUKUM / Buronan BLBI Samadikun Hartono Ditangkap di China

Buronan BLBI Samadikun Hartono Ditangkap di China

JAKARTA – Sempat menjadi buronan, terpidana kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Presiden Komisaris Bank Modern, Samadikun Hartono (68), akhirnya ditangkap di China.

“Iya sudah ditangkap. Saat ini kita dalam proses pemulangan. Ini kan memang Samadikun buron dan ditemukan di negara lain,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo kepada Okezone, Sabtu (16/4/2016).

Saat ini, sambung dia, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

“Kami juga komunikasi terus dengan Kepala BIN dan Kapolri. Ini merupakan hasil terpadu kita untuk memburu korupsi dan kerjsama dengan Kemlu (Kementerian Luar Negeri),” sambungnya.

Pada 2003, terangnya, Samadikun Hartono divonis empat tahun penjara. Namun, ia melarikan diri.

“Samadikun itu tinggal di Singapura, dan punya bisnis di China dan Vietnam,” ungkap Prasetyo.

Sebagaimana diketahui, Samadikun divonis bersalah dalam kasus penyalahgunaan dana talangan dari Bank Indonesia atau BLBI senilai sekira Rp2,5 triliun yang digelontorkan ke Bank Modern menyusul krisis finansial 1998.

Kerugian negara yang terjadi dalam kasus ini sebesar Rp169 miliar. Berdasarkan putusan Mahamah Agung (MA) tertanggal 28 Mei 2003, mantan Presiden Komisaris Bank PT Bank Modern Tbk itu dihukum empat tahun penjara.

Selain Samadikun, Kejaksaan Agung masih mengejar buronan lain, di antaranya, Lesmana Basuki, Eko Edi Putranto, Hary Matalata, Hendro Bambang Sumantri, Hesham al Warraq, dan Rafat Ali Rizvi.

Sumber Berita : Okezone.com

KHOIRUL AMIN & Associates Law Firm KHOIRUL AMIN & Associates Law Firm
TINDAKAN DISKRIMINATIF APARAT PENEGAK HUKUM

Tertangkapnya Sismadikun Hartono (Koruptor BLBI) pada minggu kemarin menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Seluruh masyarakat merasa apreciate sekali dengan kinerja BIN dan aparat penegak hukum, akan tetapi pada sisi yang lain terbersit pertanyaan dalam benak masyarakat. Bahwa Sismadikun Hartono ini adalah seorang koruptor yang telah banyak menyengsarakan masyarakat, akan tetapi penyambutannya aparat penegak hukum di Bandara Halim kenapa begitu diistimewakan seakan menyambut kedatangan Presiden atau tamu istimewa Negara.???

Semestinya aparat penegak hukum dalam memperlakukan tersangka haruslah berdasar asas equality before the law. Jadi siapupun tersangkanya dan apapun tindak pidananya harus diperlakukan sama dihadapan hukum, dari tersangka pencuri sandal sampai tersangka korupsi sekalipun harus mendapat perlakuan yang sama. Jangan mengesankan jika pencuri sandal diperlakukan tidak manusiawi, akan tetapi jika dia koruptor dan punya banyak duit diperlakukan istimewa sebagaimana menyambut tamu Negara.

Baca Juga

Ini Cerita Lengkap di Balik Tertangkapnya Samadikun Hartono di Arena F1

Jakarta – Buron 13 tahun kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono akhirnya bisa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *