Home / BERITA HUKUM / Menteri Susi Hentikan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Menteri Susi Hentikan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memutuskan menghentikan pembangunan reklamasi Teluk Jakarta untuk sementara waktu. “Kami akan pastikan reklamasi tidak merusak lingkungan dan untuk warga Jakarta,” kata Susi saat menggelar konferensi pers di rumah dinasnya pada Jumat, 15 April 2016.

Menteri Susi menjelaskan, keputusan itu ia ambil bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seusai rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Apalagi, beberapa waktu lalu, DPR merekomendasikan Susi menghentikan proyek reklamasi sampai pengembang melengkapi perizinan.

Susi menambahkan, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan izin reklamasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995. Padahal saat itu belum ada aturan terkait dengan reklamasi nasional. Aturan soal reklamasi nasional baru keluar pada 2007 melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

Baca Juga: Ahok: Bu Susi Berani Enggak Batalin Reklamasi?

“Sementara ini, reklamasi yang dilakukan pemda DKI Jakarta tanpa adanya kajian dan rekomendasi kementerian,” ucap Susi. Padahal pada 2012 keluar Perpres Nomor 122 Tahun 2012 yang mengatur kewenangan Kementerian Kelautan mengeluarkan izin terkait dengan kawasan strategis nasional tertentu. Reklamasi juga dilakukan tanpa adanya perda zonasi wilayah pesisir.

Susi tidak melarang adanya reklamasi yang bertujuan memperluas kawasan untuk kemakmuran warga. Namun dia menolak jika reklamasi dilakukan dengan cara serampangan serta tak memenuhi segala perizinan dan rekomendasi. Padahal seharusnya Pemerintah Provinsi DKI meminta rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan masalah analisis dampak lingkungan, termasuk rekomendasi Kementerian Kelautan.

“Proses reklamasi dihentikan sementara sampai memenuhi ketentuan yang diamanatkan dalam undang-undang,” ujar Susi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan akan mengeluarkan Keputusan Menteri Nomor 301 Tahun 2016 untuk melakukan kajian dan pengawasan pada reklamasi pantura.

Baca: TERKUAK: Aguan Diduga Dalang Suap Reklamasi, Ini Buktinya

Sebelumnya, Komisi Maritim DPR dan Kementerian Kelautan bersepakat menghentikan proyek reklamasi di pantai utara Jakarta. Keputusan itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ngotot mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang reklamasi pantai Jakarta, yang belakangan sudah diperbarui lewat Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang rencana tata ruang wilayah nasional. Dua regulasi itu memberikan kewenangan kepada gubernur untuk melakukan reklamasi.

Sumber Berita : Tempo.co

KHOIRUL AMIN & Associates Law Firm KHOIRUL AMIN & Associates Law Firm
REKLAMASI TELUK JAKARTA UNTUK KEPENTINGAN SIAPA.???

Keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara reklamasi di teluk Jakarta patut mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Bahwa sudah sangat jelas tujuan di dalam reklamasi adalah beorientasi kepada masyarakat Jakarta. Dan kemajuan Jakarta. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Jakarta menolak terhadap kebijakan reklamasi tersebut, disisi lain Pemerintah DKI Jakarta dan pengembang tetap ngotot untuk melakukan reklamasi dan menabrak (Perpres nomor 122 tahun 2012). Sebab dalam memberikan izin reklamasi Pemerintah DKI Jakarta semestinya lebih dulu harus mengantongi rekomendasi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Maka pertanyaannya kemudian adalah, benarkan reklamasi teluk Jakarta tersebut benar-benar bertujuan untuk masyarakat Jakarta. Dan kemajuan Jakarta, ataukah hanya ambisi penguasa yang berkolaborasi dengan kepentingan para komperador untuk melakukan eksploitasi alam dan mengisi kantong mereka masing-masing.???

Baca Juga

Ini Cerita Lengkap di Balik Tertangkapnya Samadikun Hartono di Arena F1

Jakarta – Buron 13 tahun kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono akhirnya bisa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *