Home / BERITA HUKUM / Samadikun Hartono Ditangkap Tanpa Perlawanan

Samadikun Hartono Ditangkap Tanpa Perlawanan

451460717441

Singapura – Buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Samadikun Hartono, dikabarkan ditangkap oleh aparat keamanan di Tiongkok (sebelumnya disebutkan Singapura, Red), Jumat (15/4). Ketika didatangi aparat, mantan Komisaris Utama PT Bank Modern itu tidak melakukan perlawanan, menurut sumber Beritasatu.com.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Reserse Kriminal  Polri Komjen Anang Iskandar mengatakan belum mengetahui perihal penangkapan tersebut.

“Mungkin ini dari Kejaksaan,” kata Anang.

Samadikun diketahui memang merupakan buronan Kejaksaan Agung sebagai eksekutor vonis yang telah berkekuatan hukum tetap.

Setelah dilantik menjadi presiden RI, 20 Oktober 2014, Jokowi memerintahkan aparat penegak hukum untuk menangkap semua buronan pemerintah, baik buronan kasus BLBI maupun kasus kejahatan lainnya, seperti Eddy Tansil, buronan kasus Golden Key.

Selain Samadikun, Kejaksaan Agung juga masih mengejar buronan lain, di antaranya Lesmana Basuki, Eko Edi Putranto,Hary Matalata, Hendro Bambang Sumantri, Hesham Al-Warraq, dan Rafat Ali Rizvi.

Samadikun (68) telah divonis bersalah dalam kasus penyalahgunaan dana talangan dari Bank Indonesia atau BLBI senilai sekitar Rp 2,5 triliun yang digelontorkan kepada Bank Modern menyusul krisis finansial 1998.

Kerugian negara yang terjadi dalam kasus ini adalah sebesar Rp 169 miliar. Berdasarkan putusan Mahamah Agung tertanggal 28 Mei 2003, mantan Presiden Komisaris Bank PT Bank Modern Tbk itu dihukum empat tahun penjara.

Sumber Berita : Beritasatu.com

KHOIRUL AMIN & Associates Law Firm KHOIRUL AMIN & Associates Law Firm
TINDAKAN DISKRIMINATIF APARAT PENEGAK HUKUM

Tertangkapnya Sismadikun Hartono (Koruptor BLBI) pada minggu kemarin menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Seluruh masyarakat merasa apreciate sekali dengan kinerja BIN dan aparat penegak hukum, akan tetapi pada sisi yang lain terbersit pertanyaan dalam benak masyarakat. Bahwa Sismadikun Hartono ini adalah seorang koruptor yang telah banyak menyengsarakan masyarakat, akan tetapi penyambutannya aparat penegak hukum di Bandara Halim kenapa begitu diistimewakan seakan menyambut kedatangan Presiden atau tamu istimewa Negara.???

Semestinya aparat penegak hukum dalam memperlakukan tersangka haruslah berdasar asas equality before the law. Jadi siapupun tersangkanya dan apapun tindak pidananya harus diperlakukan sama dihadapan hukum, dari tersangka pencuri sandal sampai tersangka korupsi sekalipun harus mendapat perlakuan yang sama. Jangan mengesankan jika pencuri sandal diperlakukan tidak manusiawi, akan tetapi jika dia koruptor dan punya banyak duit diperlakukan istimewa sebagaimana menyambut tamu Negara.

Baca Juga

Buronan BLBI Samadikun Hartono Ditangkap di China

JAKARTA – Sempat menjadi buronan, terpidana kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Presiden Komisaris …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *